Ternak lele dapat membuka mata pencaharian baru karena memiliki peluang bisnis yang menjanjikan. Banyak masyarakat yang ingin membudidayakan lele, namun masih terdapat keresahan akan kurangnya lahan dan perawatannya. Tidak perlu, resah kami akan memberikan solusinya.

Ciri khas ikan lele

Mengenal Lele dan Ciri Khasnya

Sudah tidak asing lagi kan dengan ikan yang disebut lele? Lele merupakan hewan bergenus ikan yang memiliki ciri bertubuh panjang, licin, dan agak pipih. Ikan lele hidup di air tawar. Satu hal bagian lele yang jarang dimiliki oleh jenis ikan lainnya adalah “kumis”.

Kandungan gizi yang terkandung dalam daging lele adalah vitamin D, vitamin B12, protein lengkap, kalori yang rendah, asam lemak omega 3, dan asam lemak omega-6. Maka dari itulah berbagai olahan kuliner lele juga banyak diperdagangkan di berbagai restoran, maupun pinggiran jalan. Itulah sebabnya luasnya pangsa pasar lele di Indonesia.

Lele dapat menghilangkan kotoran-kotoran, maka dari itu biasanya dibudidayakan di tempat yang tercemar. Selain itu, lele juga diketahui pemakan hama dan jentik-jentik. Tidak heran jika perawatan lele dilakukan dalam kolam yang keruh. Umumnya masa panen lele sekitar 3 bulan. Lele yang siap panen dapat diambil sampel 7 ekor untuk ditimbang. Jika timbangan tersebut mencapai 1 kg berarti lele sudah siap panen.

Potensi Usaha Lele

Potensi Usaha Lele

Diketahui pada setiap tahunnya, permintaan pasar akan lele semakin meningkat. Terdapat berbagai perbedaan yang tidak dimiliki pada tubuh jenis ikan lainnya yang menjadi alasan masyarakat menyukai lele untuk dikonsumsi.

Beberapa perbedaan tersebut diantaranya, dagingnya yang lunak, tulangnya yang sedikit, serta tidak berduri. Rasa gurih dari daging lele pun menjadi suatu alasan pendukung mengapa banyak masyarakat mengonsumsi ikan tersebut. Lele yang diperjualbelikan di Indonesia untuk dikonsumsi berasal dari famili Clariidae dengan ordo yang sama.

Salah satu hal yang menguntungkan untuk membangun usaha lele ini karena tidak memerlukan kolam yang luas. Suatu kolam berukuran tidak terlalu luas, juga dapat diisi lele dengan jumlah yang banyak. Hal ini dikarenakan ikan tersebut mampu hidup dalam kondisi sedikit ruang pergerakan. Dalam hal ini, dapat menghemat lahan.

Resiko kerugian dalam ternak lele pun rendah karena ikan tersebut tidak gampang mati, sekalipun hidup dalam air yang keruh tetap bisa tumbuh besar berbeda dengan ayam pedaging seperti ayam kampung super. Panen lele pun tidak memerlukan waktu yang lama, hanya 3 bulan saja ikan tersebut sudah siap untuk dikonsumsi.

Cara Budidaya Ikan Lele

Cara Budidaya Ikan Lele di Terpal

Bagi orang yang tidak memiliki lahan yang luas untuk usaha lele dapat mengambil jalan pintas dengan budidaya ikan lele kolam terpal. Hal ini dapat dilakukan dengan sistem bioflok. Pada budidaya ikan lele bioflok ini memanfaatan mikroorganisme yang akan dijadikan sebagai tambahan pakan lele.

Dengan menggunakan sistem bioflok tersebut, maka pakan lele akan selalu tersedia. Hal tersebut dapat mempercepat pertumbuhan dan perkembangan lele hanya perlu 1,5 bulan saja lele sudah siap dipanen. Sebelum menebar bibit lele, sebaiknya mempersiapkan terlebih dahulu pemupukan pada kolam. Dapat dilakukan dengan cara mengisi air bersih ke dalam kolam setinggi 60 cm.

Masukkan pupuk kandang ke dalam karung terlebih dahulu, lalu masukkan ke dalam kolam pada bagian tengah atau pinggir. Selama seminggu karung tersebut akan terserap secara sempurna dalam kolam. Cara budidaya ikan lele, sebelum menebarkan bibit perlu memasukkan probiotik 5 ml/m3. Pada keesokan harinya prebiotik molase 250 ml/m3 dimasukkan ke dalam kolam dan pada malam harinya perlu menaburkan dolomite 150/200g/m3.

Setelah hal tersebut tercampur, biarkan hingga 7-10 hari. Setelah itu, baru bisa menebarkan bibit dalam kolam dan keesokan harinya menambahkan prebiotik 5 ml/m3. Setiap 10 hari sekali sebelum bibit berukuran 12 cm, perlu memberikan probiotik sekitar 5 ml/m3.

Lalu, jangan lupa menambahkan dolomite sebanyak 200-300 gram/m3 pada malam harinya. Memberikan pakan 2x sehari dengan dicampur dengan probiotik. Namun, jika telah membentuk flok atau gumpalan pakan dalam kolam, maka takaran tersebut dapat dikurangi.

Penebaran Bibit dan Pemisahan Lele

Penebaran Bibit dan Pemisahan Lele

Terdiri dari dua jenis budidaya lele, antara lain segmen pembenihan dan pembesaran. Tentu saja kedua segmen tersebut memiliki tujuan yang berbeda. Tujuan menghasilkan benih lele melalui proses segmen pembenihan. Sedangkan, pada segmen pembesaran untuk menghasilkan lele yang akan siap diperdagangkan untuk dikonsumsi masyarakat.
Pemilihan bibit yang unggul dalam menernak lele wajib diperhatikan. Hal tersebut dikarenakan mempengaruhi tingkat kualitas lele yang akan diperdagangkan nanti. Ciri bibit yang unggul adalah aktif bergerak dan gesit ketika diberikan pakan. Bibit yang unggul memiliki daya tahan yang lebih dan tidak mudah terserang penyakit.

Bibit lele yang kualitasnya unggul tersebut, akan memiliki warna yang terang dan sehat ketika sudah dewasa dan siap dimakan. Menebarkan bibit lele pun sebaiknya dilakukan ketika pagi (08.00-09.00) atau sore hari (15.30-16.30) karena lele lebih tenang dalam waktu tersebut.

Perlu diingat untuk tidak memasukkan bibit lele secara bersamaan karena dapat membuat lele stres, bahkan gampang mati. Wajib dilakukan melakukan pemisahan lele sesuai dengan ukurannya. Hal ini perlu dipisahkan agar lele yang berukuran besar tidak menyakiti dan memakan lele yang berukuran kecil. Memisahkan lele biasanya dilakukan jika umurnya sudah 20 hari.

Panjang lele pada bulan pertama umumnya sekitar 20 cm, bulan kedua sekitar 40 cm, dan 80 cm ketika bulan ketiga. Idealnya satu kolam hanya berisi 200-400 ekor/m2 saja karena dapat mempengaruhi pertumbuhan bobot lele jika terlalu padat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *