Cara Merawat Tanaman  dengan Mudah, Secara umum, cara merawat tanaman hidroponik tidak jauh berbeda dengan merawat tanaman konvensional. Misalnya saja dalam merawat tanaman konvensional perlu dilakukan pemupukan maka dalam merawat tanaman hidroponik pun juga demikian.

Meski begitu, secara prinsip dan teknik keduanya sangat berbeda. Hidroponik bisa jadi alternatif bagi siapapun yang tak memiliki lahan yang luas namun ingin sekali membudidayakan tanaman. Teknik bertanam dengan hidroponik menjadi salah satu bukti jika perkembangan teknologi dan juga pengetahuan sangat berperan penting di sektor pertanian.

Sebetulnya, secara teknik menanam tanaman secara hidroponik ternyata jauh lebih gampang soal perawatannya. Ditambah lagi, hasil dari teknik penanaman hidroponik juga bisa menghasilkan tanaman berkualitas. 

Hal ini yang membuat teknik hidroponik begitu diminati dalam budidaya tanaman. Jika Anda ingin menggunakan teknik hidroponik, simak bagaimana cara merawat tanaman hidroponik berikut agar tanaman bisa tumbuh maksimal.

1. Selalu Periksa Kondisi Air serta Bak Penampungan

Perlu diketahui bahwa dalam merawat tanaman hidroponik, ketersediaan air menjadi faktor yang harus diperhatikan betul-betul. Karena, pada teknik hidroponik media tanam tidak mampu menyuplai air secara alami untuk mendukung pertumbuhan tanaman.

Sebab itu, ketersediaan air wajib diperhatikan karena merupakan unsur utama dan sangat penting untuk tanaman hidroponik. Lakukan beberapa hal berikut.

  • Pastikan agar air selalu tersedia dan dalam kondisi yang bersih.
  • Agar kebersihan air tetap terjaga, disarankan untuk mengganti air paling sedikit 4-5 hari sekali.
  • Untuk penggunaan wadah penampungan, ada baiknya gunakan wadah transparan atau bening, sehingga lebih mudah untuk mengamati kondisi air.

Namun dalam teknik hidroponik fertigasi, ada baiknya selalu rutin mengganti air minimal 2 hari sekali. Jangan sampai membiarkan air tidak diganti berhari-hari. Selain itu, isi penuh selalu bak penampungan, atau bisa juga setengah bagian saja. Supaya ketika dikuras, tak banyak air yang terbuang sia-sia.

2. Rutin Memeriksa Kondisi Cairan Nutrisi

Cara merawat tanaman hidroponik yang tak boleh diabaikan selanjutnya yaitu memeriksa selalu ketersediaan cairan nutrisi tanaman. Selain karena tak mampu menyediakan air secara alami, media tanam yang digunakan pun tak mampu mensuplai kebutuhan unsur hara pada tanaman sebagaimana cara konvensional.

Oleh karenanya, ketersediaan cairan nutrisi tanaman harus selalu dikontrol secara rutin. Supaya, tanaman bisa berkembang dengan baik dan memudahkan pekerjaan. Sebaiknya lakukan pengecekan setiap hari, untuk penggantian larutan bernutrisinya bisa dilakukan 3 hari sekali. 

Jangan lupa, periksa saluran cairan, jangan sampai tersumbat atau macet karena bisa mengganggu tanaman. Untuk pemberian dosis cairan bernutrisi pada tanaman hidroponik, perlu dilakukan secara bertahap. Sebaiknya, gunakan air bersih untuk campuran larutan nutrisi tanaman dan pastikan tidak melewati masa kadaluarsa.

3. Bersihkan Secara Rutin Wadah Larutan Nutrisi dan Media Tanam

Selain menjaga ketersediaan air dan juga larutan nutrisi untuk tanaman, kebersihan wadah baik untuk media tanam maupun larutan nutrisi harus selalu diperhatikan. Hal tersebut sangat penting, pasalnya wadah yang kotor akan membuat tanaman hidroponik lebih beresiko dan mudah terserang hama penyakit. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menjaga kebersihan wadah tersebut, diantaranya:

  • Pertama, keluarkan semua sisa-sisa larutan nutrisi.
  • Lalu, cuci setiap bagian wadah yang ditumbuhi lumut dengan air mengalir. 
  • Kemudian rendam wadah tersebut dalam alkohol atau bisa dengan air bersih.
  • Selanjutnya isi kembali wadah yang sudah bersih dengan larutan bernutrisi yang baru.
  • Ulangi hal tersebut secara rutin minimal 2 minggu sekali dan jangan menunggu lumut sampai tumbuh subur dan mengganggu tanaman hidroponik.

4. Perhatikan Sanitasi Lingkungan

Hal yang tak boleh terlewat dalam cara merawat tanaman hidroponik ialah sanitasi lingkungannya. Sebab, lingkungan tempat tanaman berkembang sangat mendukung perkembangan tanaman agar optimal. Di lingkungan yang terjaga dengan baik, tanaman hidroponik akan lebih optimal dan jauh dari penyakit. 

Sebaliknya, di lingkungan yang kurang terawat, kotor dan juga lembab, akan mudah memicu serangan hama maupun penyakit pada tanaman. Ada beberapa hal yang mesti diperhatikan agar sanitasi lingkungan untuk tanaman hidroponik tetap terjaga. 

  • Lakukan pembersihan secara berkala di area sekitar tempat atau media tanam. 
  • Jangan sampai ada sampah berserakan di lokasi tanam.
  • Buang dan jauhkan segera sampah hasil pemangkasan tanaman hidroponik, jangan sampai menjadi sarang penyakit atau hama.
  • Periksa selalu intensitas sinar matahari yang masuk, dan jangan biarkan terhalang sehingga membuat lingkungan menjadi lembab.
  • Lakukan penyemprotan tanaman dengan pestisida minimal 1 bulan sekali.

5. Periksa Secara Rutin Kondisi Tanaman dan Media Tanamnya

Selain memperhatikan kondisi kebersihan area tanaman, ketersediaan air dan juga larutan nutrisi, kondisi tanaman dan media tanamnya juga tak boleh luput dalam perawatan. Dengan mengecek secara intensif dan berkala, maka perkembangan tanaman bisa dimonitor secara maksimal. 

Anda juga bisa mengetahui apa yang dibutuhkan oleh tanaman, apa yang kurang atau apakah ada permasalahan tertentu pada tanaman hidroponik. Dengan begitu, Anda bisa lebih mudah mencari solusinya dan menanganinya dengan lebih cepat. 

Nah, itu tadi beberapa cara merawat tanaman hidroponik yang bisa Anda terapkan di rumah. Merawat tanaman apapun sejatinya butuh ketelatenan, supaya tanaman bisa memberikan hasil yang maksimal. Semoga bermanfaat. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *