Konjungsi Temporal – Konjungsi merupakan kata sambung atau kata penghubung sebuah kalimat. Kata tersebut difungsikan untuk menghubungkan sebuah kata, ungkapan maupun kalimat agar memiliki makna yang utuh dan jelas.

Dalam konjungsi dikenal beberapa istilah, salah satunya ialah konjungsi temporal. Apa pengertian konjungsi temporal, seperti apa macamnya dan jenisnya? Simak uraian berikut selengkapnya.

Pengertian Konjungsi Temporal ?

Konjungsi Temporal merupakan sebuah kata hubung atau konjungsi yang mampu menjelaskan adanya hubungan waktu (temporal) dari dua hal ataupun peristiwa yang cukup berbeda.

Kata konjungsi tersebut mengandung hubungan yang begitu dekat sebab sangat terkait dengan waktu. Kata hubung semacam ini bisa dikatakan cukup fungsional untuk menerjemahkan suatu kondisi, situasi, peristiwa, maupun keadaan secara kronologis. Sehingga, hal ini dapat membuat kalimat tersebut lebih mudah untuk dipahami maknanya.

Macam – Macam Kata Konjungsi Temporal

Dalam kata konjungsi temporal terdapat dua macam kata konjungsi yang cukupberbeda. Yakni, kata konjungsi temporal sederajat serta kata konjungsi temporal tidak sederajat. Berikut uraian macam-macam kata konjungsi temporal selengkapnya. 

1. Konjungsi Temporal tidak Sederajat

Kata konjungsi ini merupakan  sebuah kata hubung (waktu) yang sederajat, sejenis kata sambung yang punya sifat sama atau sederajat. Secara umum, kata hubung yang satu ini juga dapat digunakan di dalam kalimat majemuk yang memiliki sifat setara.

Kata konjungsi temporal sebagai kata hubung tidak boleh diletakkan di awal maupun akhir kalimat. Pasalnya, konjungsi temporal yang sederajat harus berada di bagian tengah kalimat. Berikut macam-macam kata konjungsi temporal sederajat, diantanya.

  • Apabila
  • Sementara
  • Hingga
  • Ketika
  • Demi

Contoh kalimat dengan kata konjungsi temporal tidak sederajat :

a. Apabila

Apabila waktu berbuka tiba, maka umat muslim akan bergegas berbuka puasa.

Amanda akan segera masuk ke rumah, apabila ibu sudah memanggil.

Nelayan akan pergi melaut, apabila kondisi cuaca mulai membaik.

b. Sementara

Nadia sedang mencuci piring, sementara Cynthia akan menyapu halaman.

Andi sudah sampai di kantor, sementara Hariadi masih ada di jalan.

Ibu sudah menunggu lama, sementara ayah masih disini.

c. Hingga

Widya telah berjuang melawan penyakitnya hingga sisa nafas terakhir.

Hingga sekarang, hujan masih saja turun dengan sangat deras.

Ssebagai seorang single mom ibu sudah berjuang untuk menghidupi keluarga, hingga anak-anaknya mampu menempuh pendidikan tinggi.

d. Ketika

Ketika matahari sudah mulai terik, mereka baru pulang ke rumahnya masing-masing.

Adi pun mendapatkan gelar sarjana, ketika ia menyelesaikan kuliahnya.

Para ibu-ibu telah asik bercerita sendiri, ketika yang lain sedang sibuk bekerja.

e. Demi

Demi anak-anak yang dicintainya, dia selalu siap berkorban.

Ayah telah berjuang sekuat tenaga mencari nafkah, demi mencukup kebutuhan keluarganya.

Seorang ibu sudah rela berkorban menghabiskan waktunya, demi anak-anak tercinta.

2. Konjungsi Temporal Sederajat

Kata konjungsi Temporal Sederajat merupakan salah satu macam konjungsi yang bisa menghubungkan kata atau beberapa kalimat genap maupun tidak sama. Jenis kata konjungsi ini pun juga cukup berguna sebagai sebuah kalimat majemuk.

Umumnya, kata hubung ini seringkali digunakan bersamaan dengan kalimat majemuk yang sederajat dan penggunaan kata konjungsi tak boleh berada di awal ataupun di akhir kalimat. Berikut macam-macam kata konjungsi temporal tidak sederajat, diantaranya.

  • Selanjutnya
  • Sebelumnya
  • Setelahnya
  • Kemudian
  • Lalu
  • Sesudahnya 
  • Sejak

Contoh kalimat dengan menggunakan kata konjungsi temporal sederajat

a. Selanjutnya

Kakek dibawa jalan-jalan ke puncak, selanjutnya akan diajak pergi menginap di villa. 

Ibu sedang membuat kopi manis selanjutnya akan dihidangkan untuk ayah.

Kiki baru menyelesaikan kerajinan tangan selanjutnya akan ia kumpulkan ke guru pembimbing.

b. Sebelumnya

Nindi berhasil jadi juara kelasa, sebelumnya ia hanya bisa menjadi peringkat kedua.

Rendra menjadi seorang pengusaha kuliner yang cukuo sukses, sebelumnya ia cuma berjualan di pinggir jalan.

Yuda sekarang bekerja di bagian komputer, sebelumnya ia telah ikut pelatihan kursus komputer.

c. Setelahnya

Koko memakan buah pisang setelahnya ia juga memakan buah naga.

Sulis telah selesai main petak umpet  setelahnya ia pergi bermain engklek.

 Mita pergi ke toko buku setelahnya ia pergi ke toko kue.

d. Kemudian

Adik bermain sabun kemudian cuci tangan.

Abang membeli kain kemudian menjahit baju sendiri.

Ita membeli buah kemudian membuatnya jadi jus buah

e. Lalu

Yayan baru pulang main lalu pergi tidur di kamar.

Kucing makan lalu kekenyangan.

Ozi jatuh dari pohon lalu di bawa tukang urut. 

f. Sesudahnya

Maya memasak makanan untuk berbuka puasa, sesudahnya ia membagikannya ke banyak orang di sekitarnya.

Erin pulang kerumah, sesudahnya ia pun pergi untuk kursus biola.

Arya mengerjakan PR matematika dan sesudahnya ia bergegas mengumpulkan tugas tersebut.

g. Sejak

Budi selalu bekerja siang malam sejak Ayahnya mulai berhenti kerja.

Ananda belajar dengan giat sejak nilai matematika yang didapatnya jelek.

Fungsi  dan Ciri-ciri dari Kata Konjungsi Temporal

Fungsi dari Kata Konjungsi Temporal

Kata konjungsi temporal secara umum memiliki fungsi yang hanya dengan memesan setiap kata secara kronologis dari suatu situasi maupun peristiwa agar bisa membuat makna dari kalimat tersebut lebih mudah untuk dimengerti. Ada beberapa jenis beberapa tipe kata menurut waktuny, yakni konjungsi temporal dan juga konjungsi diantaranya ialah konjungsi temporal tidak sederajat dan konjungsi temporal sederajat.

Ciri – Ciri dari Konjungsi Temporal

Agar sebuah kata bisa digolongkan sebagai kata konjungsi temporal, maka harus memiliki bisa memiliki ciri-ciri yang sesuai kriteria. Berikut diantaranya.

  • Memiliki fungsi sebagai subjunctive di dalam sebuah kalimat, agar kalimat tersebut dapat memiliki makna secara utuh, koheren, lengkap dan bisa lebih mudah untuk dipahami juga dimengerti.
  • Dalam penempatan, kata konjungsi temporal bisa diletakan di awal atauppun di tengah sebuah kalimat.
  • Dapat digunakan sebagai tautan diantara klausa serta kalimat induk.
  • Memiliki sebuah hubungan yang terkait dengan waktu.

Perbedaan Antara Konjungsi Temporal Tidak Sederajat dan Konjungsi Sederajat

Dalam istilah yang lainnya kedua konjungsi tersebut juga dinamakan dengan konjungsi temporal bertingkat. Hal ini berdasarkan dari penjelasan yang sudah dipaparkan di atas serta ciri serta contoh kalimat yang ada, maka bisa disimpulkan ada beberapa perbedaan diantara kedua kata konjungsi ini.

Berikut  beberapa perbedaan antara kata konjungsi tidak sederajat dan konjungsi sederajat, diantaranya. 

Kata Konjungsi Sederajat

Contoh kata:

  • Selanjutnya
  • Sebelumnya
  • Setelahnya
  • Kemudian
  • Lalu
  • Sesudahnya 
  • Sejak

Letak kata konjungsi atau hubung ini hanya bisa dipergunakan di bagian tengah pada sebuah kalimat saja.

Kata Konjungsi Tidak Sederajat

Contoh kata:

  • Apabila
  • Sementara
  • Hingga
  • Ketika
  • Demi

Letak kata hubung atau konjungsi ini cukup fleksibel, karena dapat diletakan di bagian depan kalimat, tengah kalimat maupun di akhir kalimat. Sehingga penggunaannya bisa menyesuaikan kalimat yang digunakan.

Demikian tadi informasi tentang kata konjungsi temporal lengkap dengan pembahasan mnegenai pengertian, macam-macam kata konjungsi, beserta fungsi dan ciri-ciri kalimatnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *