Dalam dunia menggambar, teknik arsir menjadi salah satu teknik yang tak asing lagi. Teknik arsir sendiri merupakan teknik utama dalam menggambar dan kerap digunakan oleh seorang seniaman. Pasalnya, semua hal yang terkait dengan gambar pasti tak akan lepas dari yang namanya arsiran. Sebetulnya apa sih teknik arsiran itu? Seperti apa contohnya dan fungsinya untuk apa? Supaya lebih memahami tentang teknik arsir, simak ulasan berikut selengkapnya.

Apa Itu Teknik Arsir?

Teknik Arsir

Teknik arsir merupakan teknik dasar dalam menggambar ataupun melukis dengan menggunakan alat pensil. Teknik ini paling sering digunakan untuk memberikan efek bayangan ataupun tekstur dari gambar yang dibuat.

Arsiran mampu membuat sebuah gambar menjadi terlihat lebih hidup dan menarik. Teknik menggambar dengan arsiran ini, sangat mengandalkan ketebalan garis arsir yang diciptakan dengan menggunakan pensil.

Sehingga bisa disimpulkan jika teknik arsir merupakan sebuah teknik menggambar dengan mengulang-ngulang ataupun merepetisikan goresan alat pensil di sebuah bidang kosong dan berfungsi untuk membuat gambar yang telah dibuat menjadi lebih sempurna.

Dalam teknik arsir, tak hanya teknik goresan saja yang penting tetapi juga teknik dalam pencampuran warna. Sebab, saat menggambar objek, selain pola gambar dan pensil, Anda juga perlu memberikan warna di gambar tersebut. Supaya, gambar terlihat lebih menarik, sebagaimana dalam teknik aquarel.

Fungsi dari Teknik Arsir

Teknik Arsir

Teknik arsir bukan semata-mata, goresan pensil tanpa makna atau fungsi dalam sebuah gambar. Ada banyak fungsi yang dimiliki teknik dalam kegiatan menggambar ini, berikut diantaranya.

  • Memberikan sentuhan akhir pada gambar.
  • Membuat bidang kosong jadi terlihat berisi.
  • Memberikan kesan karak dalam sebuah gambar.
  • memunculkan kesan bentuk serta volume benda dalam gambar
  • Memberi karakter yang kuat di objek gambar.

Komposisi Menggambar Teknik Arsir

Teknik Arsir

Dalam kegiatan menggambar terdapat dua jenis komposisi yang kerap digunakan. Yakni, komposisi simetris dan komposisi asimetris.

  • Komposisi simetris, komposisi ini mampu menunjukkan objek di bagian kanan terlihat mirip dengan obyek yang ada di bagian kiri di sebuah bidang gambar.
  • Komposisi asimetris, komposisi ini memperlihatkan obyek di bagian kanan terlihat tak sama dengan objek yang ada di bagian kiri dalam gambar. Namun, dalam penampilannya tetap mengutamakan keseimbangan.

Teknik Arsir dan Jenis-Jenisnya

Teknik Arsir

Dalam teknik arsir, dikenal beragam jenis teknik yang kerap digunakan untuk memunculkan berbagai karakter dan ilusi dalam sebuah gambar. Berikut diantaranya beberapa jenis teknik arsir,

1. Teknik Hatching atau Arsiran Searah

Teknik Arsir

Sebagaimana namanya, teknik arsir yang satu ini pensil akan digoreskan dengan satu arah. Sehingga akan tercipta, barisan garis searah dan sejajar. Teknik ini menjadi teknik arsir yang sangat mudah dilakukan, pasalnya arsiran dihasilkan dari goresan yang sangat teratur.

Semakin sering membuat goresan, maka akan membuat gambar terlihat akan semakin gelap. Sebab, hasil goresan semakin padat. Dan garis-garis yang menumpuk, akan membuat massa garis jadi lebih tebal, serta membentuk adanya efek atau ilusi volume, terang dan juga bayangan.

Teknik arsir satu arah ini bisa digunakan untuk menggambar bermacam objek dengan permukaan karakter halus dan juga datar.

2. Teknik Countour Hatching atau Arsiran Searah Kontur

Teknik Arsir

Pada teknik arsir ini, goresan pensil dibuat mengikuti bentuk atau kontur sebuah bidang yang ingin diarsir. Sehingga mampu memunculkan volume objek benda yang sedang dibuat. Secara umum, teknik arsir ini kerap digunakan untuk menciptakan sosok atau figur tertentu. Seperti, manusia, tumbuhan, dan juga hewan.

3. Teknik Crosshatching atau Arsiran Silang

Teknik Arsir

Hampir sama dengan teknik arsir searah, namun bedanya jenis goresan pada arsirannya nampak saling berpotongan. Di bagian yang ingin diarsir dengan lebih gelap, maka goresan bisa ditumpuk dengan memakai arah garis goresan yang berbeda. Secara umum, perbedaan pada arah garis awal serta dan garis berikutnya adalah 45 derajat.

Di teknik arsir searah ini bisa digunakan untuk membuat gambar objek benda yang memiliki karakter permukaan yang kasar maupun halus.

4. Teknik Stippling atau Arsiran Titik

Teknik Arsir

Berbeda dengan teknik arsir sebelumnya, teknik arsir yang satu ini bukan menggunakan goresan tetapi menggunakan titik-titik kecil. Sekilas, teknik ini tampak seperti teknik pointilis. Jadi semakin rapat dan penuh titik-titik yang dibuat, semakin gelap juga efek yang diciptakan.

5. Secumbling atau Arsiran Coret Bebas

Teknik Arsir

Dalam teknik arsir ini, arah goresan pensil tidak memiliki pola atau tidak beraturan. Arsiran ini tak seperti teknik arsir lainnya yang berupa garis, tetapi cenderung goresan atau coretan bebas. Dalam teknik arsir coretan bebas, gambar akan menjadi lebih menarik bila arah goresan diubah secara acak dengan membentuk ilisu volum sesuai keinginan.

Teknik arsir yang satu ini bisa digunakan untuk objek gambar yang memiliki karakter permukaan yang kasar hingga sangat kasar. Seperti misalnya kulit kayu, kayu, bebatuan, handuk dan lain sebagainya. Arsiran ini memiliki tujuan untuk menciptakan karakter dari sebuah benda atau objek gambar. Dengan cara ini, sebuah gambar akan nampak memiliki permukaan yang tidak rata.

6. Teknik Arsiran Circusilm

Teknik Arsir

Teknik arsir yang satu ini disebut juga teknik arsiran diatas, pasalnya untuk arsiran ini dibuat dengan menciptakan lingkaran kecil dan lebih dulu ditumpuk dengan arsiran. Teknik arsiran cricusilm memang kurang begitu populer karena memang cukup jarang digunakan. Akan tetapi, teknik ini kerap digunakan untuk melukis objek wajah dengan pensil warna.

7. Teknik Arsir Pointilisme

Teknik Arsir

Teknik yang satu ini merupakan teknik arsiran yang juga kerap digunakan saat melukis objek wajah seseorang dengan menggunakan pensil. Akan tetapi, teknik ini sayangnya kurang begitu efektif untuk menciptakan efek kulit. Selain itu, teknik ini terbilang cukup sulit dikombinasikan dengan jenis teknik arsir yang lain.

Peralatan yang Digunakan Dalam Teknik Arsir

Teknik Arsir

Dalam menciptakan gambar dengan teknik arsir dibutuhkan sejumlah alat untuk mendukung kegiatan tersebut. Berikut beberapa peralatan yang mesti dipersiapkan lebih dulu untuk memaksimalkan teknik arsir dalam menggambar sebuah objek, diantaranya:

1. Pensil

Teknik Arsir

Alat utama untuk menggambar dengan teknik arsir adalah pensil. Namun tidak semua jenis pensil bisa digunakan untuk menggambar dengan teknik arsiran. Ada beberapa jenis pensil yang sesuai untuk teknik arsiran, yaitu pensil 2B, 7B, HB, F, dan H. Dari nama jenis pensil yang berbeda tentu akan menghasilkkan gambar yang juga berbeda, terutama hasil arsiran dan juga goresan.

2. Kertas gambar

Teknik Arsir

Selanjutnya, setelah pensil perlengkapan berkutnya yang juga tak kalah penting ialah kertas gambar. Namun, agar hasil gambar dengan teknik arsiran jadi semakin maksimal Anda dapat memanfaatkan sketchbook. Pilih sketchbook dengan permukaan yang halus agar bisa mendapat hasil gambar yang lebih bagus.

3. Penghapus

Teknik Arsir

Alat selanjutnya yang tak kalah penting ialah penghapus. Alat ini akan memudahkan untuk mengkoreksi kesalahan atau memperbaiki gradasi goresan yang dibuat saat membuat gambar. Sebaiknya, sediakan penghapus dengan ujung yang tajam dan juga tumpul untuk semakin memudahkan untuk mengkoreksi kesalahan pada gambar.

4. Kuas serta Cotton bud

Teknik Arsir

Jangan lupa siapkan kuas dan juga cotton bud. Keduanya akan sangat bermanfaat untuk membuar hasil arsiran tampak lebih halus dan membuat gambar tampak lebih merata.

Demikian tadi informasi menarik tentang teknik arsir dalam menggambar. Dimulai dari pengertian teknik arsir, fungsi, komposisi, jenis-jenisnya, hingga peralatan yang digunakan untuk menciptakan gambar dengan teknik arsir. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *